Mengenal Protozoa, Si Protista yang Mirip Hewan

Kita sudah mengenal Biologi lebih jauh. Kini saatnya kita mengenal Protista. Apa sih sebenarnya Protista itu? Bagaimana makhluk hidup bisa digolongkan ke dalam kelompok Protista?

Anggota Protista umumnya tidak terlihat secara kasat mata. Bahkan, kita sering tidak menyadari keberadaan mikroorganisme ini di muka bumi. Namun, kita akan terperangah oleh beraneka ragam keajaiban bentuk Protista. Kita akan melihat bahwa Tuhan memberikan sentuhan seninya hingga pada makhluk sekecil itu. Sungguh Maha Kuasa Tuhan menciptakan makhluknya.

Protista sendiri merupakan mata rantai yang sangat penting bagi kehidupan. Ukuran Protista tidak lebih dari beberapa mikrometer, tetapi karakteristik dari makhluk ini membuat mereka begitu penting untuk kesinambungan hidup.

Organisme apa saja yang termasuk Protista? Karakteristik apa yang dimiliki Protista? Bagaimana peran Protista bagi kehidupan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita simak uraian berikut ini.

Ciri-ciri protista

Organisme yang termasuk Protista ada yang mempunyai sifat mendekati sifat tumbuhan dan beberapa menyerupai sifat hewan. Organisasi selnya pun ada yang uniseluler, ada pula yang multiseluler. Karena keanekaragaman inilah, para ilmuwan sempat bingung untuk mendefinisikan dan juga mengklasifikasikannya.
Setelah rembukan yang alot, komunitas ilmiah kemudian sepakat untuk menggolongkan suatu organisme termasuk ke dalam kingdom Protista dengan mengacu pada ciri-ciri sebagai berikut.
•    Organisme tersebut merupakan organisme yang eukariotik (mempunyai inti yang jelas dan organel yang dikelilingi membran).
•    Organisme tersebut mempunyai struktur yang sederhana.
•    Organisme tersebut mempunyai anggota yang sebagian besar uniseluler.
•    Kalau pun multiseluler, organisme tersebut mempunyai sel-sel yang belum berdiferensiasi.
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, Protista ada yang fotoautotrof (mampu membuat  senyawa organik kompleks dari molekul anorganik sederhana dengan menggunakan energi cahaya), heterotrof (tidak berfotosintesis tetapi memerlukan makanan organik dari lingkungannya dengan memakan organisme lain), dan bergantung pada kondisi lingkungan. Berdasarkan habitatnya, Protista terdapat di laut dan di air tawar, di tanah, maupun pada organisme lain sebagai simbion.

Protozoa

Tahukah kamu tentang penyakit malaria? Ya, penyakit yang satu ini telah membunuh sekitar sejuta orang dan menginfeksi lebih dari 500 juta orang per tahunnya. Penyakit ini disebabkan oleh Plasmodium yang merupakan salah satu dari sekian banyak anggota Protozoa. Bagaimana cara organisme ini menginfeksi manusia? Termasuk ke dalam kelas apakah Plasmodium dalam kelompok Protozoa?

Ciri-ciri Umum Protozoa

Protozoa merupakan organisme eukariot. Hal ini karena Protozoa telah memiliki membran inti dan organel tubuhnya diselimuti membran seperti pada anggota kingdom Animalia. Hal yang membedakan antara Protozoa dengan anggota dari kingdom Animalia yang lain adalah Protozoa tidak pernah mengalami perkembangan dari fase embrionik blastula.

Semua Protozoa berukuran kecil. Biasanya ukuran panjang dari protozoa ini sekitar 5-250 mikron (μm). Karena hal inilah, Protozoa digolongkan ke dalam organisme mikroskopis. Lebih tepatnya mikroorganisme yang bersifat heterotrof (karena tak dapat membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis tetapi memakan makhluk hidup yang lain). Cara hidup Protozoa ada yang hidup bebas, dan bersifat parasit (merugikan inangnya), tetapi ada pula Protozoa yang bersifat saprofit (tidak merugikan inang tetapi mengolah sisa-sisa metabolisme inang).

Di perairan, Protozoa hidup sebagai zooplankton. Makanan Protozoa meliputi bakteri, jenis Protista lain, atau detritus (materi organik dari organisme mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni.

Pada dasarnya, setiap Protozoa bersel tunggal. Sel tunggal ini berfungsi seperti sebuah organisme dengan kemampuan dasar seperti makan, mencerna, bergerak, berperilaku, dan bereproduksi sebagaimana halnya hewan multiseluler. Namun, kebanyakan Protozoa tidak memiliki struktur pengangkutan, pernapasan, dan ekskresi khusus. Organel-organel untuk melakukan kegiatan hidup antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria. Protozoa memiliki permukaan tubuh yang luas. Hal ini memudahkan Protozoa untuk penyerapan nutrisi dari lingkungan sekitar.

Protozoa sangat beragam dalam hal ukuran, morfologi, nutrisi, mekanisme alat gerak, dan juga reproduksinya. Bentuk tubuh Protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Alat gerak pada Protozoa ada yang berupa kaki semu, bulu getar (silia), atau bulu cambuk (flagel).

Beberapa Protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif, disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk kista. Bentuk tropozoit pada Protozoa dapat terbentuk selama kondisi lingkungan memungkinkan. Tropozoit ini aktif mencari makanan dan bereproduksi. Jika kondisi tidak memungkinkan bagi kehidupan tropozoit, Protozoa akan membentuk kista. Kista adalah bentuk sel Protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat dalam bentuk kista, Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. Jika mendapat lingkungan yang sesuai, Protozoa akan aktif lagi.

Reproduksi pada Protozoa

Sebagai organisme bersel tunggal, Protozoa tidak memiliki gonad (organ reproduksi). Walaupun beberapa kelompok bereproduksi secara seksual, umumnya Protozoa bereproduksi secara aseksual. Reproduksi aseksual (vegetatif ) pada kebanyakan Protozoa adalah dengan cara membelah diri. Namun, ada pula yang perkembangbiakan aseksualnya dengan cara pertunasan (budding) dan dengan cara plasmotomi. Adapun reproduksi seksualnya dilakukan secara konjugasi. Dalam proses konjugasi, terjadi perpaduan antara dua individu Protozoa yang jenis kelaminnya belum dapat dibedakan.

Pembelahan diri pada Protozoa terdiri atas pembelahan biner dan pembelahan jamak. Pembelahan biner (binary fission) terjadi jika Protozoa membelah menjadi dua individu. Pada pembelahan jamak (multiple fission), terjadi banyak pembelahan yang diikuti diferensiasi sitoplasma secara cepat menjadi banyak individu baru. Pada pertunasan, sebagian sel induk memisahkan diri dan berdiferensiasi menjadi individu baru yang sempurna. Plasmotomi terjadi pada spesies yang multinukleus (lebih dari satu inti). Pada spesies ini, induk akan membelah menjadi dua tanpa ada pembelahan mitosis. Inti-inti yang dimiliki induk kemudian didistribusikan pada sel anak.

Peran protozoa

Seperti yang disinggung di awal bahasan, Protozoa kebanyakan menjadi bibit penyakit dari penyakit tertentu. Namun pun begitu, ada juga manfaat dari Protozoa. Berikut kita lihat lebih rinci peran-peran Protozoa, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.
•    Peran Protozoa yang menguntungkan
Peran-peran yang menguntungkan dari Protozoa di antaranya adalah sebagai berikut.
-    Mengendalikan populasi bakteri karena sebagian besar Protozoa memangsa bakteri sebagai makanannya. Peran yang satu ini bisa jadi juga mengontrol keseimbangan populasi bakteri di alam sehingga bisa mencegah booming dan mengakibatkan penyakit tertentu secara massal akibat bakteri.
-    Sumber makanan ikan. Di perairan, sebagian Protozoa berperan sebagai plankton (zooplankton)  dan benthos. Dengan begitu, Protozoa jenis ini akan menjadi makanan hewan air, misalnya saja udang, kepiting, ikan, dan lain-lain.
-    Indikator minyak bumi. Fosil Foraminifera sudah sejak lama diketahui sebagai indikator adanya minyak bumi bagi tempat yang kaya akan fosil Protozoa jenis ini. Jadi dengan begitu, para peneliti minyak bumi tidak perlu bersusah payah menggali untuk mengetahui ada-tidaknya minyak bumi. Cukup dilihat jumlah fosil Protozoa ini saja.
-    Bahan penggosok. Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk tanahradiolaria, sudah sejak lama digunakan manusia sebagai bahan penggosok.
•    Peran Protozoa yang merugikan
Sudah kita ketahui bahwa kebanyakan Protozoa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak. Penyakit-penyakit yang disebabkan Protozoa dan jenis Protozoa penyebabnya antara lain disentri oleh Entamoeba histolytica; diare (balantidiosis) oleh Balantidium coli; penyakit tidur (Afrika) oleh Trypanosoma gambiense; toksoplasmosis (kematian janin) oleh Toxoplasma gondii; malaria tertian oleh Plasmodium vivax; malaria quartana oleh Plasmodium malariae; malaria tropika oleh Plasmodium falciparum; kalaazar oleh Leishmania donovani; dan surra (hewan ternak) oleh Trypanosoma evansi.

0 Response to "Mengenal Protozoa, Si Protista yang Mirip Hewan"

Poskan Komentar

wdcfawqafwef